Memahami tata krama di Jepang bukan cuma sekadar agar terlihat sopan. Jepang dikenal memiliki banyak sekali kebiasaan sosial dan budaya yang unik sebagai cara untuk menunjukkan rasa hormat. Itu karena memang, Jepang adalah negara yang menjunjung tinggi sekali tata krama atau etika.
Apalagi jika kamu berencana untuk bekerja di sana, mengerti budaya kerja di jepang bisa menjadi kunci utama agar adaptasimu berjalan lancar. Berikut adalah 6 tata krama paling dasar yang wajib banget kamu ketahui dan pahami. Apa saja keenam tata krama tersebut? Yuk, kita bahas tuntas dalam artikel ini!
Kalau ada satu hal yang sangat identik dengan budaya hidup di jepang, itu adalah disiplin soal waktu. Tepat waktu di sini bukan sekadar kebiasaan baik, tapi sebuah bentuk penghormatan yang sangat mendasar kepada orang lain.
Uniknya, 'tepat waktu' bagi orang Jepang seringkali berarti tiba 5-10 menit sebelum waktu yang ditentukan. Datang lebih awal untuk mempersiapkan diri sudah menjadi standar tidak tertulis. Jika kamu ada janji temu, rapat, atau wawancara kerja, pastikan untuk menerapkan hal ini untuk memberikan kesan pertama yang profesional dan serius.
Jangan kaget, melepas sepatu sebelum masuk ke dalam ruangan adalah salah satu budaya jepang yang paling mengakar dan wajib kamu ikuti. Kebiasaan ini berkembang dari sejarah orang Jepang yang terbiasa untuk duduk ataupun tidur di atas lantai beralas tikar tatami.
Kebiasaan ini punya aturan sederhana: kamu harus melepas sepatu di area pintu masuk, tepatnya di ambang pintu, lalu gunakan sandal dalam ruangan yang telah disediakan. Setelah itu, letakkan sepatumu dengan rapi di kotak sepatu atau di sampingnya.
Mengutip dari situs Ryusei, mungkin terdengar sepele bagi kita, tapi dalam budaya jepang, menunjuk langsung ke arah seseorang atau suatu benda menggunakan jari telunjuk adalah hal yang sangat dihindari. Gestur ini dianggap tidak sopan dan bahkan bisa terasa mengancam bagi warga lokal. Oleh karena itu, tata krama di Jepang mengajarkan cara yang jauh lebih halus untuk memberikan petunjuk atau isyarat.
Bertentangan dengan anggapan 'bebas', tata krama di Jepang justru sangat ketat soal urusan merokok. Kamu tidak bisa merokok sambil berjalan-jalan di trotoar atau membuang puntung di tanah sembarangan, kedua tindakan ini dilarang dan bisa dikenakan denda. Ini yang menjadi bagian penting dari etika hidup di jepang untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang publik.
Lalu, di mana kamu bisa merokok? Pemerintah Jepang telah menyediakan ruang-ruang khusus untuk merokok di banyak tempat umum. Jika kamu ingin merokok, cara termudah untuk menemukan area terdekat adalah dengan mencarinya lewat aplikasi di ponselmu.
Salah satu inti dari budaya jepang adalah rasa perhatian dan tenggang rasa yang tinggi kepada orang lain. Prinsip ini sangat terasa saat kamu berada di tempat umum yang ramai.
Tata krama di Jepang mengajarkan untuk selalu menghindari berbicara terlalu keras di tengah kerumunan kota. Bercanda dan tertawa dengan teman tentu boleh saja, tetapi usahakan untuk tidak menaikkan suara atau berteriak, karena hal itu bisa dianggap sebagai gangguan dan menarik perhatian negatif.
Mengetahui tata krama ini bukan sekadar tentang mengikuti aturan, melainkan tentang menghargai harmoni sosial yang ada. Dengan membekali diri dengan pengetahuan tata krama yang baik, Anda tidak hanya akan lebih mudah beradaptasi, tetapi juga menunjukkan rasa hormat yang tulus terhadap masyarakat dan budaya Jepang sejak hari pertama Anda tiba.